Breaking News

Gubernur Jawa Timur Menambah Rumah Sakit Yang Jadi Rujukan Pasien Yang Terindikasi Virus Covid-19



Surabaya SARANAPOS. com, Hari ini bertambah satu lagi di Jawa Timur orang yang positif terinfeksi virus Covid-19. Untuk itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa menambah lagi rumah sakit yang menjadi rujukan yang semula 44 rumah sakit ditambah 22 rumah sakit sehingga totalnya 66 rumah sakit.

Keputusan ini disampaikan oleh Gubernur pada Jum'at 20/3/2020 di Surabaya.
Khofifah kepada media mengatakan, berdasarkan peraturan pemerintah pusat rumah sakit milik TNI, Polri, BUMN dan juga rumah sakit swasta yang memiliki ruang isolasi ikut menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat yang terkena virus Corona.
" Kita tadi sudah rapat dengan pimpinan rumah sakit yang punya ruang isolasi yaitu RSUD dokter Sutomo, rumah sakit milik swasta, rumah sakit TNI, Polri, dan rumah sakit milik BUMN. Semuanya harus memberikan pelayanan medik kepada pasien baik ODR, ODP dan PDP, maupun pasien yang terkonfirmasi positif Corona. Dan saya akan melakukan pengecekan kebutuhan mereka sesuai dengan tempat tidur yang ada di ruang isolasi masing-masing rumah sakit rujukan," tutur Gubernur.

Dengan melakukan cek kebutuhan oleh pemerintah provinsi maka masing-masing rumah sakit diharapkan lebih mudah untuk koordinasi terkait data pasien dan kepastiankepasitas tempat tidur rumah sakit dan berapa kebutuhan alat pelindung diri (APD).

Di rumah sakit butuh dokter dan tenaga medis yang dapat memberikan layanan maksimal kepada pasien yang ODP, PDP ataupun jika ada pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19, kata Khofifah.

Kemarin saya sudah pesan ke 2 pabrik yang memproduksi masker dan hand sanitizer dan alat pelindung diri. Sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan paramedis di Jawa Timur, tegas Gubernur.

Per hari ini jumlah pasien yang positif terinfeksi virus Corona di Jawa Timur ada 9 kasus, 7 kasus di Surabaya dan 2 kasus di Malang. Sedangkan jumlah ODP 91 orang dan untuk jumlah PDP ada 36 orang, tambah Khofifah.

Untuk sebaran ODP tiga terbesar Surabaya 17 orang, Malang Raya 16 orang dan Jember 16 orang. Untuk PDP tiga terbesar  Malang 8 orang, Surabaya 7 orang, dan Tulungagung 4 orang.
Untuk langkah penanganan virus Covid-19, di dalam gugus tugas penanganan Corona di Jawa Timur tim menyusun tiga rumpun. Pertama rumpun promotif dan preventif yang dikoordinir oleh Kepala BPBD JatimJatim, kedua rumpun Kurative yang dikoordinir oleh RSUD dr. Soetomo dipimpin  Joni Wahyuhadi, ketiga rumpun tracing yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin, tukas Gubernur perempuan pertama ini.

Untuk melakukan penelusuran tim gugus tugas pemprov Jawa Timur selain mengandalkan Dinas Kesehatan provinsi dan Dinas Sosial provinsi juga didukung oleh Fakultas Kesehatan masyarakat Unair, Kodam V Brawijaya dan dari Polda Jawa Timur.
Mari kita selalu berdo'a mudah- mudahan apa yang kita lakukan untuk pencegahan dan penanggulangan virus Corona di Jawa Timur berjalan efektif, efisien, tepat dan cepat atau CETAR, pungkas Gubernur yang alumni SMA Khadijah Surabaya ini.
(Wots Sp. TimHm).

Tidak ada komentar