Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melaksanakan Gathering dengan Bupati dan Pengusaha
Dinas Penanam
Jombang SARANAPOS. COM, Untuk mengembangkan investasi dan dunia usaha di Kabupaten Jombang. Dinas penanaman modal dan pelayanan Terpadu satu pintu mengadakan Gathering pada Selasa 26/3/2019 di Pendopo Kabupaten Jombang.
Acara Gathering dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati Jombang, Asisten Sekda, staf ahli Bupati, beberapa kepala OPD, Pengusaha dari Jombang, Surabaya, Kediri dan beberapa UKM Jombang.
Kepala Dinas penanaman modal dan pelayanan Terpadu satu pintu Syamto mengatakan, acara Gathering ini saya mengundang para pengusaha Jombang dan pengusaha dari luar Jombang ada dari Surabaya dan kota lain di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jombang selalu berkomitmen dalam mengupayakan iklim investasi yang kondusif.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyajian informasi potensi dan peluang investasi melalui berbagai media seperti Leaflet, Booklet, Brosur, Website, dan melakukan promosi potensi investigasi melalui berbagai event baik didalam maupun diluar provinsi.
Besar harapan kami melalui informasi potensi dan peluang investasi bisa diakses dan tersampaikan kepada masyarakat dan calon investor, untuk itu kepada Bu Bupati Jombang bisa memberikan arahan dan membuka acara Gathering pada hari ini, tutur Syamto Kepala Dinas penanaman modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu.
Jumlah PMA/PMDN di Kabupaten Jombang per Tahun 2018 adalah PMA 30 Investor, PMDN 159 Investor.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jombang masih berada diatas rata-rata pertumbuhan nasional 5,41℅ pada tahun 2017. Inflasi tahun 2027 naik menjadi 3,17 persen, salah satu yang mempunyai andil besar adalah kenaikan tarif listrik yang terjadi ditahun 2017, tutur Bupati Jombang.
Pertumbuhan realisasi investasi Kabupaten Jombang terus mengalami peningkatan dari tahun 2014-2018, capaian jumlah investor PMA/PMDN yang masuk selama tahun 2014-2018 selalu meningkat dengan capaian realisasi sampai dengan tahun 2018 sebanyak 179 investor dengan nilai 16 Trilyun rupiah.
Peluang investasi di kawasan industri Ploso-Kabuh. Kawasan industri WP Ploso-Kabuh direncanakan berupa kawasan industri estate yang terdapat di wilayah pengembangan Ploso Kabuh dengan fasilitas infrastruktur sebagai berikut, Listrik Gardu Ploso dengan kapasitas +_ 340 MVA, Jalan Rabat Beton, Gas terkoneksi jalur pipa gas Surabaya-Mojokerto-Ploso dan Air bersih terdapat IPAM dan NJOP 200.000, ujar Hj. Munjidah Wahab.
Yang sudah melakukan investasi di Ploso-Kabuh adalah PT. INTILAND 236 Ha, PT. JAVA FORTIS 51 Ha, PT. CJI 50 Ha.
Dalam konstelasi regional Jawa Timur, Kabupaten Jombang termasuk dalam wilayah pengembangan WP, GERMAKERTOSUSILO Plus (Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) plusnya adalah salah satu nya Kabupaten Jombang, tutur Bupati Jombang.
Bupati Jombang mengatakan, Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, yang saya hormati wakil Bupati Jombang, Ketua Kadin, Pak Prasetyo, Bapak Jamhadi Narasumber dan kepala OPD serta para pengusaha dari Jombang dan dari wilayah Jawa Timur.
Pada kesempatan ini saya sampaikan luas area Jombang 1.158,50 km persegi terdiri dari 21 kecamatan dan 302 desa dan 4 kelurahan.
Sedangkan untuk pariwisata Jombang mempunyai banyak tempat wisata yang membutuhkan investor antara lain Wisata alam Sumber biru Wonomerto Wonosalam, Wisata Alam Banyumili Carangwulung, Agrowisata Panglungan, Wana wisata Sumberboto, wana wisata Gua Sigolo golo, Desa Susu Wonosalam, tutur Bupati Jombang.
Bagi investor yang ingin berinvestasi di bidang perikanan, ada investasi untuk ikan Patin, ikan Lele.
Yang ingin berinvestasi di bidang tembakau bisa berinvestasi di utara Brantas.
Di Jombang juga bisa berinvestasi di Sentra manik-manik Jombang, UD. EKA JATI PLOSO dan Batik Jombang, kata Hj. Munjidah Wahab.
Untuk itu saya berharap dengan pemaparan dari Nara sumber Bapak Jamhadi maka para pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Jombang, pungkas Bupati Jombang. (Wots Sp)
Jombang SARANAPOS. COM, Untuk mengembangkan investasi dan dunia usaha di Kabupaten Jombang. Dinas penanaman modal dan pelayanan Terpadu satu pintu mengadakan Gathering pada Selasa 26/3/2019 di Pendopo Kabupaten Jombang.
Acara Gathering dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati Jombang, Asisten Sekda, staf ahli Bupati, beberapa kepala OPD, Pengusaha dari Jombang, Surabaya, Kediri dan beberapa UKM Jombang.
Kepala Dinas penanaman modal dan pelayanan Terpadu satu pintu Syamto mengatakan, acara Gathering ini saya mengundang para pengusaha Jombang dan pengusaha dari luar Jombang ada dari Surabaya dan kota lain di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jombang selalu berkomitmen dalam mengupayakan iklim investasi yang kondusif.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyajian informasi potensi dan peluang investasi melalui berbagai media seperti Leaflet, Booklet, Brosur, Website, dan melakukan promosi potensi investigasi melalui berbagai event baik didalam maupun diluar provinsi.
Besar harapan kami melalui informasi potensi dan peluang investasi bisa diakses dan tersampaikan kepada masyarakat dan calon investor, untuk itu kepada Bu Bupati Jombang bisa memberikan arahan dan membuka acara Gathering pada hari ini, tutur Syamto Kepala Dinas penanaman modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu.
Jumlah PMA/PMDN di Kabupaten Jombang per Tahun 2018 adalah PMA 30 Investor, PMDN 159 Investor.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jombang masih berada diatas rata-rata pertumbuhan nasional 5,41℅ pada tahun 2017. Inflasi tahun 2027 naik menjadi 3,17 persen, salah satu yang mempunyai andil besar adalah kenaikan tarif listrik yang terjadi ditahun 2017, tutur Bupati Jombang.
Pertumbuhan realisasi investasi Kabupaten Jombang terus mengalami peningkatan dari tahun 2014-2018, capaian jumlah investor PMA/PMDN yang masuk selama tahun 2014-2018 selalu meningkat dengan capaian realisasi sampai dengan tahun 2018 sebanyak 179 investor dengan nilai 16 Trilyun rupiah.
Peluang investasi di kawasan industri Ploso-Kabuh. Kawasan industri WP Ploso-Kabuh direncanakan berupa kawasan industri estate yang terdapat di wilayah pengembangan Ploso Kabuh dengan fasilitas infrastruktur sebagai berikut, Listrik Gardu Ploso dengan kapasitas +_ 340 MVA, Jalan Rabat Beton, Gas terkoneksi jalur pipa gas Surabaya-Mojokerto-Ploso dan Air bersih terdapat IPAM dan NJOP 200.000, ujar Hj. Munjidah Wahab.
Yang sudah melakukan investasi di Ploso-Kabuh adalah PT. INTILAND 236 Ha, PT. JAVA FORTIS 51 Ha, PT. CJI 50 Ha.
Dalam konstelasi regional Jawa Timur, Kabupaten Jombang termasuk dalam wilayah pengembangan WP, GERMAKERTOSUSILO Plus (Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) plusnya adalah salah satu nya Kabupaten Jombang, tutur Bupati Jombang.
Bupati Jombang mengatakan, Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, yang saya hormati wakil Bupati Jombang, Ketua Kadin, Pak Prasetyo, Bapak Jamhadi Narasumber dan kepala OPD serta para pengusaha dari Jombang dan dari wilayah Jawa Timur.
Pada kesempatan ini saya sampaikan luas area Jombang 1.158,50 km persegi terdiri dari 21 kecamatan dan 302 desa dan 4 kelurahan.
Sedangkan untuk pariwisata Jombang mempunyai banyak tempat wisata yang membutuhkan investor antara lain Wisata alam Sumber biru Wonomerto Wonosalam, Wisata Alam Banyumili Carangwulung, Agrowisata Panglungan, Wana wisata Sumberboto, wana wisata Gua Sigolo golo, Desa Susu Wonosalam, tutur Bupati Jombang.
Bagi investor yang ingin berinvestasi di bidang perikanan, ada investasi untuk ikan Patin, ikan Lele.
Yang ingin berinvestasi di bidang tembakau bisa berinvestasi di utara Brantas.
Di Jombang juga bisa berinvestasi di Sentra manik-manik Jombang, UD. EKA JATI PLOSO dan Batik Jombang, kata Hj. Munjidah Wahab.
Untuk itu saya berharap dengan pemaparan dari Nara sumber Bapak Jamhadi maka para pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Jombang, pungkas Bupati Jombang. (Wots Sp)



Tidak ada komentar