GUS YUSUF CHUDORI SILATURRAHMI KE NDALEM GUS NAS: BAHAS PASCA-MUKTAMAR NU KE-35 HINGGA ISU KEUMATAN
WONOKROMO — Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH. Yusuf Chudori (Gus Yusuf), berkunjung ke kediaman budayawan nasional sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Nas (KH. Nasiruddin), di Wonokromo, Pleret, Bantul, pada Selasa petang (8/9/2026). Pertemuan hangat yang berlangsung hampir dua jam tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturrahmi antar-tokoh, tetapi juga forum diskusi strategis mengenai peta kebudayaan, politik kebangsaan, dan konsolidasi Jam’iyah NU.
Suasana akrab menyelimuti pertemuan sejak awal. Tuan rumah menyambut kehadiran Gus Yusuf dengan menyajikan aneka jajanan pasar, minuman herbal wedang telang, serta hidangan khas Bantul berupa sate klathak, kronyos, dan tongseng.
Di balik suasana santai tersebut, kedua tokoh NU ini mencermati sejumlah isu penting dan strategis, antara lain:
Dinamika Pasca-Muktamar NU ke-35
Fokus utama perbincangan tertuju pada hasil Muktamar NU ke-35 dan terpilihnya Gus Kikin (KH. Abdul Hakim Mahfudz) sebagai Ketua Umum PBNU. Kedua tokoh menggarisbawahi pentingnya merawat ukhuwah nahdliyyah serta mendukung kepemimpinan baru agar PBNU semakin solid dalam menjalankan agenda-agenda strategis organisasi.
Penguatan Kemandirian Pesantren dan Ekonomi Warga
Gus Yusuf dan Gus Nas menyoroti peran penting pesantren sebagai benteng kebudayaan sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi umat. Sinergi antara pengasuh pesantren dan para budayawan dinilai penting untuk mendorong kemandirian pesantren di tengah arus modernisasi.
Strategi Kebudayaan dan Islam Rahmatan lil 'Alamin
Sebagai budayawan nasional, Gus Nas menekankan pentingnya pendekatan kebudayaan dalam berdakwah. Kedua tokoh sepakat bahwa nilai-nilai tradisi lokal yang diselaraskan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah harus terus dirawat sebagai daya tangkal terhadap pemikiran ekstremis dan polarisasi sosial.
Peta Politik dan Kebangsaan
Diskusi juga menyentuh peran kebangsaan NU dalam menjaga stabilitas nasional. Gus Yusuf menegaskan bahwa PBNU di bawah kepemimpinan baru diharapkan tetap konsisten mengawal keutuhan NKRI serta menjadi perekat bangsa di tengah berbagai dinamika politik yang berkembang.
Silaturrahmi yang penuh kehangatan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan kepengurusan baru PBNU dan keselamatan bangsa.(Red)



Tidak ada komentar