Breaking News

Darurat Zat Adiktif: SEMMI Kediri Raya Sebut Masa Depan Anak Kota Kediri Berada di Ujung Tanduk


KEDIRI RAYA, Saranapos.com, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kediri Raya menabuh genderang perang terhadap maraknya peredaran narkotika dan minuman keras (miras) ilegal di Kota Kediri. Organisasi mahasiswa ini memperingatkan bahwa penetrasi zat adiktif di wilayah perkotaan bukan lagi sekadar isu musiman, melainkan ancaman riil yang secara sistematis sedang merenggut masa depan generasi muda di "Kota Tahu".


Ketua Umum SEMMI Kediri Raya, Adham Hakam Amrulloh (Mas Adam), menegaskan bahwa status Kota Kediri sebagai pusat pendidikan kini tengah dipertaruhkan akibat gempuran barang haram tersebut.


 "Kota Kediri adalah kota pendidikan, tempat anak-anak menggantungkan cita-cita besar. Namun, ketika remaja di kota ini mulai kecanduan pil koplo atau miras, fungsi kognitif dan masa depan mereka langsung lumpuh. Kita sedang mempertaruhkan bonus demografi," ujar Mas Adam dengan nada getir.



Rekam Jejak Krisis: Data yang Berbicara


Kekhawatiran SEMMI bukan sekadar asumsi kosong. Berdasarkan informasi penindakan hukum oleh Polres Kediri Kota dari rentetan kasus penyitaan ratusan gram sabu, puluhan ribu pil Double L, hingga jaringan miras COD dan tempat hiburan malam, Mas Adam memberikan pernyataan tegas terkait situasi darurat ini.


 "Menurut informasi yang kami terima, sepanjang tahun 2025 lalu tren peredaran barang haram ini terus bergerak dinamis memanfaatkan kelengahan petugas, sehingga kurun waktu tersebut sampai paruh pertama 2026 ini sudah ada puluhan kasus narkoba dan miras yang mengancam masa depan anak-anak di Kota Kediri," ujar Mas Adam.



Modus Murah yang Merusak Mental


SEMMI menyoroti bahwa letak geografis Kota Kediri yang strategis sebagai pusat ekonomi Eks-Karesidenan Kediri menjadikannya pasar yang sangat seksi bagi para bandar.


Peredaran pil koplo jenis Double L yang berharga murah sengaja didesain untuk menjangkau isi dompet para pelajar dan mahasiswa. Jika rantai pasokan ini tidak diputus secara radikal, SEMMI mengkhawatirkan generasi emas Kota Kediri akan layu sebelum berkembang.


Tiga Tuntutan Radikal SEMMI Kediri Raya


Guna menyelamatkan masa depan anak-anak di Kota Kediri, SEMMI Kediri Raya mengeluarkan pernyataan sikap dan tuntutan tegas:


 1. Stop Operasi Musiman!

   Mendesak Polres Kediri Kota untuk memperketat pengawasan jalur masuk pasokan narkoba dan miras ke wilayah administrasi Kota Kediri secara konsisten sepanjang tahun 2026, bukan hanya bergerak saat ada operasi sandi tertentu.


 2. Sikat Sarang Ranjau dan Kos Bebas!

   Meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan Satpol PP untuk memperketat ruang pengawasan pada fasilitas publik dan klaster kos-kosan rawan—seperti di Kecamatan Mojoroto dan Pesantren—serta menindak tegas tempat hiburan malam yang melanggar izin edar alkohol.


 3. Konsolidasi Gerakan Moral

   SEMMI Kediri Raya menyatakan komitmennya untuk berdiri di barisan depan bersama warga Kota Kediri guna mengawasi setiap sudut lingkungan. Mereka siap mengonsolidasikan gerakan massa demi memastikan kota ini tetap aman, bersih, dan religius bagi tumbuh kembang anak.


"Ini adalah perang menyelamatkan masa depan anak cucu kita di Kota Kediri. SEMMI Kediri Raya tidak akan tinggal diam melihat kota ini dirusak oleh peredaran gelap narkoba dan miras," pungkas Mas Adam.(Red)

Tidak ada komentar