Penyuluhan Dampak Pembangunan Pagar Laut Raksasa dan Mitigasi Climate Change pada Masyarakat Pesisir Pantai Utara di Kabupaten Demak
Demak, Saranapos.com, Oleh: Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga
Cenuk Widiyastrisna Sayekti, Ph.D
Dr. Hariyono, M.Kep
Dr. Hiirah Saputra, ST., M.Sc
Dr. Ni Luh Ayu Megasari, S.Gz., M.Ked.Trop
Pendahuluan
Wilayah pesisir Pantai Utara Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Demak, merupakan kawasan yang menghadapi tekanan lingkungan yang semakin meningkat akibat perubahan iklim dan degradasi wilayah pesisir.
Fenomena abrasi, banjir rob, dan kenaikan permukaan air laut telah menyebabkan perubahan signifikan pada kondisi geografis dan kehidupan masyarakat pesisir.
Masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan dan tambak menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan ini.
Perubahan iklim ekstrem, yang ditandai dengan peningkatan frekuensi cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan kenaikan permukaan laut, merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan wilayah pesisir.
Aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, emisi industri, dan deforestasi, berkontribusi terhadap peningkatan gas rumah kaca yang memicu pemanasan global.
Dampaknya tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Sebagai salah satu upaya mitigasi, pembangunan pagar laut raksasa telah dilakukan untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi.
Pagar laut merupakan struktur yang dibangun di perairan pesisir dengan tujuan menahan gelombang laut dan mengurangi dampak abrasi terhadap daratan.
Namun demikian, pembangunan pagar laut juga memiliki potensi dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak pembangunan pagar laut, Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat pesisir di Kabupaten Demak pada 12 Ferbuari 2026.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perubahan iklim dan dampaknya terhadap wilayah pesisir.
2. Memberikan edukasi mengenai fungsi dan tujuan pembangunan pagar laut sebagai upaya perlindungan wilayah pesisir.
3. Menjelaskan dampak lingkungan dan sosial dari pembangunan pagar laut.
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melindungi lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi langsung kepada masyarakat pesisir di Kabupaten Demak oleh Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Metode pelaksanaan meliputi:
1. Penyampaian Materi Edukasi
Tim pengabdian menyampaikan materi mengenai perubahan iklim, dampaknya terhadap wilayah pesisir, serta peran pagar laut dalam mitigasi abrasi. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dan komunikatif agar mudah dipahami oleh masyarakat.
2. Diskusi dan Interaksi dengan Masyarakat
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, pengalaman, dan pandangan mereka terkait kondisi lingkungan pesisir dan pembangunan pagar laut.
3. Observasi Kondisi Wilayah Pesisir
Tim pengabdian melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi wilayah pesisir dan keberadaan pagar laut untuk memahami dampaknya terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Hasil dan Pembahasan
1. Peningkatan Pemahaman tentang Perubahan Iklim
Kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa masyarakat pesisir telah merasakan dampak nyata perubahan iklim, seperti meningkatnya abrasi dan banjir rob. Namun, pemahaman masyarakat mengenai penyebab perubahan iklim masih terbatas.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa perubahan iklim dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang meningkatkan emisi gas rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global dan kenaikan permukaan laut.
2. Pemahaman tentang Fungsi Pagar Laut
Masyarakat memahami bahwa pagar laut berfungsi sebagai struktur pelindung yang dapat mengurangi dampak gelombang laut dan melindungi daratan dari abrasi. Keberadaan pagar laut dinilai memberikan manfaat dalam melindungi wilayah pesisir dari kerusakan lebih lanjut.
3. Dampak Lingkungan Pembangunan Pagar Laut
Selain manfaatnya, pembangunan pagar laut juga memiliki potensi dampak terhadap ekosistem laut. Struktur pagar laut dapat memengaruhi habitat biota laut dan mengubah pola aliran air laut. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya perikanan.
4. Dampak Sosial dan Ekonomi
Dari aspek sosial dan ekonomi, pembangunan pagar laut memiliki dampak yang beragam. Sebagian masyarakat merasakan manfaat berupa perlindungan wilayah pesisir. Namun, terdapat kekhawatiran mengenai dampak terhadap aktivitas nelayan dan keberlanjutan sumber daya perikanan.
Hal ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang komprehensif dalam pembangunan infrastruktur pesisir.
5. Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Kegiatan sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Masyarakat mulai memahami bahwa perlindungan pesisir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan upaya konservasi lingkungan.
Kesimpulan
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, yang terdiri dari Cenuk Widiyastrisna Sayekti, Ph.D; Dr. Hariyono, M.Kep; Dr. Hiirah Saputra, ST., M.Sc; dan Dr. Ni Luh Ayu Megasari, S.Gz., M.Ked.Trop, telah berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir Kabupaten Demak mengenai dampak pembangunan pagar laut raksasa dan mitigasi perubahan iklim ekstrim.
Pagar laut merupakan salah satu upaya mitigasi abrasi yang dapat memberikan manfaat perlindungan wilayah pesisir. Namun, pembangunan pagar laut juga memiliki potensi dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, pembangunan pagar laut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan, serta melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir.
Rekomendasi
Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga merekomendasikan:
1. Dilakukan kegiatan edukasi lanjutan kepada masyarakat pesisir.
2. Dilakukan kajian lingkungan secara komprehensif sebelum pembangunan pagar laut.
3. Melibatkan masyarakat dalam perencanaan pembangunan wilayah pesisir.
4. Mengembangkan pendekatan perlindungan pesisir yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(Red)


Tidak ada komentar