Keluarga Sumarti Dikucilkan Tetangga Akibat Ibunya Meninggal Karena Diabetes Dikira Positif Covid-19
Jombang, SARANAPOS,COM, Sangat menyedihkan satu keluarga di Dusun Bogorame Desa Kedungbogo Kecamatan Ngusikan dikucilkan tetangga gara-gara Ibunya yang baru meninggal Selasa kemarin dikiranya mati karena Virus Covid-19.
Hal tersebut disampaikan oleh Sumarti anak dari almarhumah Ngatun pada Sabtu 13/6/2020 di balai Desa Kedungbogo.
"Saya diundang oleh Bapak Kepala Desa untuk menyingkap tentang masalah kematian Ibu yang punya penyakit kencing manis. Ibu saya sakit sudah 3 tahun kemarin habis operasi amputasi kakinya, kemudian kami bawa ke rumah sakit dan meninggal dunia. Saat pemakaman menggunakan protokol covid-19. Mungkin anggapan tetangga, ibu saya meninggal karena virus covid-19. Sehingga sempat terjadi kusak khusuk bahwa Ibu Meninggal karena covid-19, tuturnya.
Yang buat saya sedih tetangga mau bantu do'a ada yang hadang dan tidak boleh ikut bantu do's tahlil. Kemarin keluarga saya 4 orang sudah rapid test dan hasilnya non reaktif. Karena aturan pemerintah saya harus isolasi mandiri selama 14 hari sambil nunggu rapid test kedua, kata Sumarti.
Kepala Desa Kedungbogo ketika ditemui SARANAPOS. com mengatakan, memang benar beberapa hari yang lalu Ibu Ngatun meninggal dunia, karena sekarang masih situasi pandemi covid-19 pemakamannya pakai protokol covid-19 memakai APD lengkap. Mungkin warga sekitar beranggapan meninggalnya almarhumah karena virus covid-19. Kita sudah berupaya menjelaskan kepada warga bahwa meninggalnya karena sakit diabetes, tandas Nyaman.
Saya juga meminta kepada keluarga Sumarti untuk tetap dirumah sampai 10 hari kedepan sambil nunggu rapid test yang kedua. Tahlil tidak dilarang tapi jangan terlalu banyak orang, wajib pakai masker, jaga jarak dan sebelum tahlil cuci tangan dulu dan tidak usah salaman, pungkas Nyaman Kepala Desa Kedungbogo Ngusikan. (Wots Sp).

Tidak ada komentar