PESANTREN DAN COVID-19
Sabtu, 30 Mei 2030 Jam 10.00
JOMBANG SARANA POS.COM Covid 19 memang sebuah ujian berat bagi peradaban manusia
pondok pesantren di indonesia adalah sebuah metode pendidikan yg sdh tumbuh subur jauh sebelum boedi oetomo pada bulan mei 1908 yg diakui sebagai hari kebangkitan nasinal dari kaum terpelajar pada saat itu pondok pesantren berjasa cukup besar dalam.pembentukan karakter generasi muda bangsa.
Di akui atau tidak dari generasi pahlawan yg merebut kemerdekaan seperti pangeran diponegoro yg saat itu mendirikan bilik-bilik surau di mlangi jogjakarta pada tahun 1820 sebagai sarana pembelajaran ilmu agama yg kemudian dijadikan berkumpulnya masyarakat untuk menentang penjajahan belanda, sampai
Pada bung tomo yg mengikuti fatwa KHM Hasyim Asary tentang jihad melawan penjajah hukumnya wajib.
Yang kemudian dikenal sebagai hari Pahlawan tanggal 10 november
belum lagi diera mempertahankan kemerdekaan .. bagaimana PKI menganggap pondok pesantren adalah lawan utama dan penghalang mereka tdk sedikit pondok pesantren yang diserang dan para pengasuhnya sebagai target untuk dibunuh oleh PKI tapi di kondisi seperti ini justru ponpes bersatu dan melakukan perlawanan dengan keras dan All out di era modern sekarang metode pendidikan pondok pesantren sebagai benteng penbentukan moral yg berkarakter di adopsi sebagai model pendidikan yg ideal dgn munculnya istilah full day school di sekolah-sekolah yg menggabungkan ilmu agama dalam pendidikan formal yg mana hal ini sudah lama diterapkan di pondok pesantren.
Keberadaan dan sejarah pesantren sangat diapresiasi oleh pemerintah hingga adanya Hari santri tanggal 22 oktober ....
tapi sejarah panjang pondok pesantren sekarang diuji oleh kekuatan sang khaliq yg tak nampak mata covid 19 yang kemudian memunculkan istilah new normal yg didalam protokol new normal itu ada istilah physical distancing yg sangat sulit diterapkan dipondok pesantren yang mana kebersamaan/jamaah adalah hal yg utama dalam pembentukan karakter santri di mulai dari sholat dan ngaji bahkan makan sampai pada tidur pun dilakukan bersama dalam satu kamar yg berisikan banyak orang jika kepanikan(kehati hatian) masyarakat terhadap covid ini tetap bertahan maka covid 19 tak ubahnya sebagai seleksi alam terhadap dunia pendidikan di pesantren. Yang
*pertama* Bagi pengasuh Bicara Physical distancing itu berdampak pada quantity pilihanya santri dikurangi atau menambah fasilitas.. dua pilihan buruk dan sangat buruk yg tidak bisa dihindari
*kedua* bagi.para santri yang dipulangkan saat ini belum tentu dengan serta merta bisa kembali kepondok meskipun misalnya pemerintah sudah mengizinkan untuk kembali karena dampak krisis finansial menyapu semua aspek dan krisis ini juga berdampak berkurangnya jumlah santri baru yang seharusnya dibulan juli ini harus sudah masuk
Kita tunggu saja bagaiman kebijakan pemerintah terkait pendidikan di dunia pondok pesantren karena pemerintah harus memperhatikan dan melibat pesantren dalam menghadapu pandemi ini. Ulasan oleh KH. Zahrul Jihad, SH. MSi (Gus Heri) Pengasuh Pondok Tinggi Darul Ulum Rejoso-Jombang dan Pengurus Wilayah RMI Jawa Timur.(Putra Sp)

Tidak ada komentar