Breaking News

Ratusan Rumah dan Sekolah Yang Terendam Banjir Di Desa Brangkal Bandarkedungmulyo Disambangi Bupati



Jombang SARANAPOS. com, Akibat Tanggul jebol yang terjadi di aliran Sungai Avur Brawijaya di Bandar kedungmulyo merendam ratusan rumah dan beberapa sekolah. Ratusan rumah tersebut terendam air dengan ketinggian bervariasi, kondisi yang terparah  mencapai satu meter.
Sekolah yang ikut terendam terpaksa dipulangkan lebih awal karena genangan air terus bertambah tinggi dan membahayakan siswa.

Genangan banjir ini merendam ratusan rumah di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. Air kiriman dari aliran Sungai Avur Brawijaya ini menggenangi jalan desa hingga  sekolah. Akibatnya, proses belajar mengajar dihentikan dan siswa dipulangkan lebih awal. 

Siswa yang dipulangkan lebih awal ini adalah siswa MI Raudlatul Ulum I Brangkal. Ketinggian air di lapangan sekolah mencapai satu pinggang siswa. Karena khawatir membahayakan para siswa pihak sekolah akhirnya memulangkan siswa lebih awal. 

Nyuntri  Astuti salah satu guru mengatakan, banjir ini baru pertama kali melanda sekolahnya. Genangan air terus masuk ke halaman sekolah akibat jebolnya  tanggul sungai. Khawatir membahayakan siswa akhirnya siswa kelas 1-5 dipulangkan karena mengganggu proses belajar. 
Selain menggenangi sekolah, air juga menggenangi ratusan rumah warga. Sebagian warga terpaksa menggunakan perahu rakit untuk melakukan aktifitas, tuturnya.

Saat ini tim dari BPBD Jombang sudah melakukan penanganan terhadap warga terdampak banjir. Seperti kebutuhan makanan Tim Tagana menyiapkan Dapur umum di balai desa Brangkal dan  air bersih dikirim oleh BPBD Jombang. Dan Puskesmas Bandar kedungmulyo juga mendirikan Posko kesehatan di lokasi banjir.
Warga berharap ada perbaikan tanggul secara permanen agar banjir bisa segera surut mengingat curah hujan masih cukup tinggi, ungkapnya.

Saat ini, pemerintah sedang berupaya menutup tanggul yang jebol dengan karung pasir.
Upaya ini dilakukan sambil menunggu pembangunan permanen yang masih di kordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat. Selain itu, pemerintah juga membangun dapur umum untuk melayani korban banjir.

Dengan menggunakan perahu rakit dari pohon pisang relawan ini membagikan nasi bungkus ke korban banjir di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Petugas membagikan jatah makan siang karena aktifitas ratusan warga di kawasan ini terendam air setinggi satu meter.

Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati dan OPD terkait tampak Ka dinsos, Kepala Dinas Kominfo, Kepala PUPR,Kepala Dinas Perkim, Kepala BPBD Camat dan Forkopimca dan Kepala Desa pada Selasa 3/3/2020  meninjau langsung lokasi banjir di Desa Brangkal dan meninjau dapur umum.

Hj. Munjidah Wahab mengatakan, ada sekitar 337 jiwa di Desa Brangkal dan 643 jiwa yang terdampak banjir. Pemerintah saat ini masih melakukan kordinasi dengan BBWS untuk pembenahan tanggul yang jebol. Saat ini, seluruh kebutuhan pengungsi akan ditanggung pemerintah mulai makan hingga obat obatan jika ada yang sakit.

“Banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo ini terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Avur Brawiyaja dan avur Besuk. Airnya meluber ke permukiman warga, karena debit air sungai terus bertambah akibat curah hujan yang masih tinggi. Saya harap masyarakat Desa Brangkal sabar dalam menghadapi musibah banjir ini, mudah mudahan cepat surut airnya. Pemkab Jombang akan berusaha membantu semua warga yang terdampak banjir,” pungkas Bupati Jombang Hj. Munjidah Wahab. (Wots Sp).

Tidak ada komentar