Breaking News

Bupati hadiri Harlah NU ke 96 dan Peresmian Kantor PCNU Jombang



Jombang SARANAPOS. COM, Nahdhatul Ulama (NU)  sudah memasuki Harlah yang ke 96, mendekati satu Abad Hari lahir nya NU semakin besar dan maju dalam berorganisasi.
Jombang merupakan kabupaten dimana Lahirnya  tokoh pendirian NU yaitu Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy'ari merupakan kota santri yang sudah mencetak ribuan Ulama-ulama besar dan menyebar di seluruh wilayah Nusantara.
Pada hari ini Minggu 21/4/2019 Pengurus Cabang NU Kabupaten Jombang dibawah pimpinan KH. Salmanudin Yazid meresmikan kantor PCNU Jombang yang baru di Raya Mojoagung sekaligus memperingati Harlah NU yang ke 96.
Acara tersebut dihadiri oleh PBNU Rois Syuriyah, PWNU Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Bupati Jombang, Forkopimda Jombang,  Pengurus PCNU kabupaten Jombang, MWC NU dan PRNU se Kabupaten Jombang serta Banom NU di semua tingkatkan se kabupaten Jombang.
Acara peresmian Kantor PCNU kabupaten Jombang sudah dimulai Sabtu dengan melaksanakan Manaqib oleh kader PKPNU dilanjutkan Minggu khotmil Qur'an dan tahlil.
Tema Harlah NU ke 96  adalah Nahdhatul Ulama dari Indonesia untuk peradaban Dunia. Dari semangat ini NU bertekad dan berperan dalam membangun peradaban manusia di dunia internasional, yang telah diwujudkan dengan adanya perwakilan NU di negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Sambutan Ketua PCNU Jombang KH. Agus Salmanudin Yazid mengatakan, yang terhormat Rois Aam PBNU, perwakilan PWNU Jatim,Ketua DPRD Jawa Timur, Bu Bupati Jombang dan Forkopimda Jombang, pengurus PCNU Jombang, MWC NU dan PRNU se kabupaten Jombang. Sedianya kantor PCNU kita resmikan pada 13/4/2019 tapi karena suatu dan lain hal kita laksanakan hari ini Minggu 21/4/2019 dan insyaallah yang hadir saat ini adalah semua berkhidmat untuk NU bukan untuk yang lainnya, tuturnya.
Pada Konferensi Cabang di Tambakberas diamanatkan kepada kami untuk membangun kantor PCNU baru.
Dan Kantor PCNU Jombang sudah jadi tinggal gedung pertemuan ini baru selesai 25℅ dan yang 75℅ tanggung jawab Ketua DPRD Jawa Timur dan Bupati Jombang, tuturnya Ketua PCNU Jombang.
Saya berkeinginan di Lingkungan kantor ini cita cita saya dibangun Kantor Banom NU, ada rest area untuk para peziarah Wali, ruang khusus pengkaderan, ada NUmart yang menjual atribut NU, ujar KH. Agus Salmanudin Yazid.
Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Jatim,Ketua DPRD Jatim dan Bupati Jombang yang telah membantu masing-masing 2 M, tuturnya.
PCNU Jombang juga di beri amanah untuk membangun kantor MWC NU, sekarang tinggal dua yaitu kantor MWC NU Wonosalam dan Gudo, tuturnya.
Giliran Bupati Jombang Hj. Munjidah Wahab mengatakan, Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, yang terhormat Rois Aam PBNU KH. Miftahul Achyar, Rois Syuriyah PCNU Jombang KH. Nasir Fattah dan Pengurus PCNU Jombang, MWC NU, PRNU se kabupaten Jombang, mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT karena kita bisa hadir dalam acara Harlah NU yang ke 96 dan peresmian kantor PCNU Jombang dalam keadaan sehat wal afiat. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada PCNU Jombang yang telah membantu Pemkab Jombang karena menjadi ujung tombak kerukunan antar umat beragama di Jombang dan NU telah menunjukkan kegigihannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam membentengi NKRI.
Sinergitas yang dilakukan NU Jombang perlu di contoh oleh daerah lain, tutur Bupati Jombang.
Semoga dengan kantor baru PCNU Jombang semakin berkhidmat dalam melayani warga Nahdhiyyin. Pemerintah Kabupaten Jombang ditahun ajaran baru 2019 akan memberikan kain seragam sekolah gratis kepada 47.000 siswa-siswi SD/MI, SMP/MTs baik negeri atau swasta dengan anggaran 27 M lebih.
Dan tahun ini anak-anak akan kita buatkan Kartu Identitas Anak (KIA), sekitar 300.000 anak akan kita buatkan KIA gratis. Selanjutnya pemkab Jombang juga mencanangkan Jombang bersedekah bersama LAZISNU Jombang, dan yang paling penting program Jum'at Berkhotmil Qur'an yang sudah berjalan, dengan Berkhotmil Qur'an kita juga berdo'a kepada Allah SWT agar Jombang semakin sejahtera masyarakatnya, ujar Bupati Jombang.
Bangsa kita kemarin sudah Sukses menggelar pesta demokrasi termasuk kabupaten Jombang, dan saya ucapkan terimakasih kepada aparat kepolisian dan TNI yang telah mengamankan jalannya pesta demokrasi Pilpres dan pileg 2019 sehingga berjalan lancar, aman, sukses dan damai, tutur Hj. Munjidah Wahab.
Ketua DPRD Jawa Timur Halim Iskandar mewakili Pemrov Jatim, untuk pengalokasian anggaran mestinya anggaran untuk NU selalu mulus makan NU harus mengompakkan anggota NU di semua Parpol, mari kita dukung pemerintahan Jombang yang di pimpin Hj. Munjidah Wahab, tutur Halim Iskandar.
Pengarahan Rois Aam PBNU KH. Miftahul Achyar, Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, yang terhormat Kyai Nasir Fattah dan jajaran Syuriyah, Gus Dikin, Gus Halim Iskandar Ketua DPRD Jawa Timur, pengurus PCNU, MWC NU dan PRNU sebagai ujung tombak NU.
Dengan keberhasilan PCNU membangun kantor PCNU Jombang dan gedung pertemuan ini menunjukkan kepengurusan NU Jombang adalah berjalan dan berkhidmat kepada NU, tutur nya.
Kalau melihat sejarah berdirinya NU atas peristiwa di Mekkah dan Madinah yang semula berpaham ahlisunnah wal Jama'ah, padab1924 Mekkah dihancurkan Wahabi dan tahun 1925 Madinah juga dihancurkan oleh Wahabi. Dan KH. Wahab Hasbullah menuju Mekkah untuk memprotes Wahabi yang telah menghancurkan kota Mekkah dan Madinah. Dan tahun 1926 NU lahir di Indonesia yang dikomando oleh KH. HASYIM ASY'ARI dan KH. WAHAB HASBULLAH.
Nahdhatul Ulama adalah menjadi organisasi terbesar di dunia dan akherat.
Dan pada Pemilu presiden dan wakil presiden yang dilaksanakan kemarin insyaAllah KH. Ma'ruf Amin terpilih menjadi Wakil Presiden RI.
NU harus ada di mana-mana dan tetap NU dan berjuang bersama NU, tetapi yang terjadi anggota NU yang di mana-mana tidak mau menjenguk NU lagi, ini yang harus kita ingatkan, tutur Rois Aam PBNU.
Untuk itu di Harlah yang ke 96 kita harus merefleksi kembali tentang khittah NU sehingga anggota NU yang ada di mana-mana kembali ke rumah NU, tegas KH. Miftahul Achyar. Pengurus NU harus menebalkan kembali ke NU annya anggota NU yang semakin menipis ketaatannya kepada NU, tegasnya.
Pada saat peristiwa 212 di Monas mereka bersholawat sama seperti yang dilaksanakan NU, setelah saya lihat yang hadir di Monas sebagian besar warga NU yang rindu akan gerakan gerakan seperti yang dilakukan  Masyayiekh NU, tutur Rois Aam PBNU.
Warga NU jangan hanya ikut-ikutan grudak gruduk saja, yang hanya bikin gaduh dan mengacaukan NKRI, saat ini kita warga NU harus menjadi benteng NKRI, tuturnya.
Dalam menyongsong 1 abad NU maka kita harus bisa berubah menuju NU yang modern menuju industrialisasi 4.0 saat ini. Kita harus siap dengan Grand Idea, harus lahir ide ide cemerlang dari NU, Grand Design, meneliti kembali aturan aturan internal NU.
Rois Aam dan Syuriyah sebagai pemegang tongkat komando harus dipatuhi oleh semua anggota NU.
NU harusnya seperti tongkat Nabi Musa, NU tidak mungkin jadi partai politik tapi, anggota NU bisa jadi Bupati, Gubernur, Presiden atau Wakil Presiden dan anggota legislatif begitu selesai tugasnya kembali ke NU, tegas KH. Miftahul Achyar.
Grand Strategis, pengkaderan di NU harus berjalan dengan baik di semua tingkatkan.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, mengatakan yang bisa membantu menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia adalah NAHDHATUL ULAMA.
Grand Control, di NU ada kontrol bersama yang bisa melakukan pengawasan yang cermat dan tepat. Tantangan ke depan yang kita hadapi adalah gerakan yang ingin mencuci otak Anggota NU di seluruh Indonesia, kita harus berhati-hati dengan gerakan ini, yang harus dapat perhatian dari pengurus NU, pungkas KH. Miftahul Achyar.
Acara Harlah NU ke 96 dan peresmian kantor PCNU Jombang diakhiri dengan do'a yang dipimpin KH. Miftahul Achyar Rois Aam PBNU. (Wots Sp)

Tidak ada komentar