Pemanfaatan Perangkat Digital untuk Pembelajaran: RG DIKE UNS Hadir di MI Al Huda Cawan
Cawan, Saranapos.com, 17 Juli 2025 – Pada Kamis (17/7/2025), suasana di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Huda Cawan, Jatinom, Klaten, tampak berbeda dari biasanya.
Pagi itu, para guru mendapat kesempatan istimewa untuk mengikuti pendampingan dari dosen dan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang bertujuan memperkenalkan teknologi digital sebagai pendukung pembelajaran berkualitas untuk mendukung terlaksananya Sustainable Development Goals (SDGs 4) : Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan tersebut digagas oleh Research Group Data Information Knowledge and Engineering (RG DIKE) UNS sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pendidikan dasar.
Sebelumnya, tim dari RG DIKE UNS telah melakukan diskusi dengan para guru MI Al Huda pada 10 Juni 2025, membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
Salah satu kendala utama yang terungkap adalah minimnya pemanfaatan perangkat digital, baik untuk pembuatan bahan ajar maupun dokumentasi kegiatan belajar.
Gambar 1. Diskusi untuk menggali permasalahan yang telah dihadapi dan pengenalan solusi.
Pelatihan Membuat Media Pembelajaran Digital Sebagai respon atas permasalahan tersebut, UNS menyusun pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif.
Sepanjang hari, guru-guru MI Al Huda dibimbing untuk membuat bahan ajar digital serta memanfaatkan aplikasi edukasi yang mudah digunakan namun tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran.
“Kami ingin para guru lebih dekat dengan teknologi, bukan sekadar pengguna tapi juga pencipta inovasi pembelajaran,” ungkap Afrizal Doewes, dosen UNS yang turut memandu pelatihan.
Suasana pelatihan terasa interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung mencoba membuat media ajar digital menggunakan laptop dan ponsel.
Ada yang antusias mencoba aplikasi presentasi, sementara lainnya sibuk mengolah materi berbasis gambar dan video.
Dukungan Perangkat dan Pendampingan Tidak hanya pelatihan, UNS juga memberikan perangkat pendukung berupa laptop dan smartphone yang telah disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum madrasah.
Bantuan ini disambut positif oleh pihak sekolah.
“Pelatihan dan perangkat yang kami terima sangat membantu.
Kami sekarang bisa mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dengan lebih baik dan mudah diakses,” tutur Ibu Sudaryati, M.Pd., Kepala MI Al Huda.
Bagi para guru, pengalaman ini menjadi momen penting yang membuka wawasan baru.
Mereka berharap keterampilan yang diperoleh bisa langsung diaplikasikan dalam proses belajar mengajar.
Dampak Positif untuk Guru dan Siswa Manfaat pelatihan ini langsung dirasakan oleh guru maupun siswa.
Guru kini lebih percaya diri dalam membuat bahan ajar yang menarik, sementara siswa bisa menikmati pembelajaran yang lebih beragam.
“Biasanya kami masih banyak menggunakan metode ceramah.
Dengan materi digital, kelas jadi lebih interaktif dan siswa lebih antusias,” kata Ibu Sudaryati, M. Pd.
Rini Anggrainingsih, Ketua Kegiatan PkM RG DIKE UNS 2025, menekankan pentingnya literasi digital di tingkat dasar untuk membekali anak-anak menghadapi era teknologi.
“Anak-anak sekarang tumbuh di lingkungan digital.
Guru perlu membimbing agar teknologi digunakan secara positif,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan Program pengabdian masyarakat ini tidak berhenti di MI Al Huda saja.
RG DIKE UNS berencana memperluas pendampingan ke sekolah-sekolah lain di Klaten dan sekitarnya.
“Kami ingin MI Al Huda menjadi contoh.
Jika mereka bisa memanfaatkan teknologi, sekolah lain pasti juga bisa.
UNS siap mendukung,” kata Afrizal.
Para guru juga berencana membentuk kelompok belajar internal agar ilmu yang didapat bisa dibagikan kepada rekan-rekan yang belum sempat mengikuti pelatihan, sehingga manfaatnya semakin meluas.
Gambar 2. Aktivitas setelah serah terima perangkat dan pelaksanaan kegiatan P2M RG DIKE UNS.
Penutup,
Kegiatan di MI Al Huda Cawan membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat membawa perubahan nyata.
Guru semakin memahami teknologi digital, siswa mendapat pengalaman belajar yang lebih menarik, dan sekolah siap menghadapi tantangan zaman.
Rini menegaskan, “Teknologi hanyalah alat. Yang utama adalah bagaimana kita memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kami berharap sekolah dasar semakin adaptif dan mampu bersaing.”
Dengan semangat kerja sama, literasi digital kini benar-benar hadir di ruang kelas MI Al Huda Cawan, bukan sekadar wacana.(Red)



Tidak ada komentar